Sering Bikin Jengkel, ini 4 Alasan Kenapa Balita Susah Banget Disuruh Tidur. Nggak Ada Capeknya!

Berasa akrab dengan keadaan di atas? Iya, pada umur tertentu khususnya saat sang kecil mencapai umur balita dan mulai aktif bermain, rutinitas tidur umumnya bukan jadi rutinitas kesukaannya. Tidur siang sama malam, sulit sekali ngajaknya. Sering ibu atau ayah harus geram dahulu, baru sang kecil ingin nurut dan siap-siap tidur. Yah, walau sebenarnya tujuannya tidak mau geram-marah, tetapi terburu emosi.

Mam, rupanya menurut sebuah jajak opini Sleep in America 2004, disampaikan jika sepertiga balita dan 1/2 anak dari umur prasekolah secara teratur berlagak mendekati jam tidurnya. Dasarnya, ingin lakukan hal-hal lain kecuali tidur! Mencapai umur 18 bulan, sang kecil mulai masuk babak mandiri hingga ia ingin usaha mengikut kemauannya sendiri. Tidak boleh bingung jika kata ‘nggak’ akan menjadi kata kesukaannya. Hmm, jadi apa sich sesungguhnya pemicu khusus balita sulit dibawa tidur ketika telah datang jamnya? Bisa saja ini 4 argumennya. Baca ya, Moms~

Kebanyakan menonton TV atau Youtube atau habis konsumsi suatu hal seperti juice manis, cemilan manis atau beberapa obat yang mengandung tertentu dapat membuat sang kecil punyai tambahan tenaga dan tidak mau tidur. Kecapekan bermain rupanya dapat membuat malah jadi rewel serta lebih ingin lanjut bermain dibanding tidur. Untuk ini, perlu kedisiplinan mama dan papah untuk bikin kegiatan rutin saat sebelum tidur yang nyaman agar sang kecil ingin tidur on time ya.

Lampu yang begitu jelas, tumbuh gigi, suara bising, ada banyak orang, cuaca yang begitu dingin atau panas sampai piyama yang gatal dapat membuat sang kecil susah dibawa tidur. Untuk ini ayah dan ibu harus sensitif keperluan sang kecil supaya ia ingin kooperatif dibawa tidur ketika telah datang waktunya.

Haduh, ini sich dapat memancing emosi orangtua ya. Telah sulit dibawa tidur, sukanya ngusilin kakak atau adiknya juga. Sabar ya, Mam. Seharusnya ini disikapi dengan kepala dingin agar sang kecil ingin dengar dan bukanlah justru semakin menentang. Harus tegas tetapi tidak perlu sampai memarahi apa lagi memukul anak.

error: Content is protected !!