Mengulik 5 Tradisi Kelahiran Bayi dari Berbagai Daerah di Indonesia. Ada Tradisi Moana Juga~

Indonesia yang terbagi dalam bermacam pulau dan suku mempunyai kekayaan budaya yang bermacam. Banyak adat yang lestari sampai saat ini di beberapa sektor kehidupan, dimulai dari yang berbahagia seperti pernikahan sampai saat maut pisahkan. Salah satunya adat paling dahulu yang ditemui seorang di hidupnya mungkin ialah adat yang dilaksanakan saat menyongsong kelahiran. Banyak daerah lakukan syukuran dengan tradisinya semasing.

Kecuali sebagai wujud rasa sukur, acara untuk acara ini dilaksanakan dengan keinginan agar yang akan datang bayi dapat selamat dalam kehidupan ini. Nah, apa adat yang terkenal dilaksanakan di sejumlah wilayah di Indonesia itu? Kita baca yok secara lengkap!

Brokohan berawal dari kata barokah yang ini berarti karunia seperti bayi yang tiba ke bumi dipandang seperti sebuah karunia. Acara ini diadakan sebagai wujud rasa sukur atas hal itu sekalian memohonkan keselamatan untuk sang bayi. Saat acara ini berjalan karena itu umumnya saudara dan tetangga akan tiba untuk menyelamati dan membawakah bermacam jenis makanan atau peralatan bayi.

Moana ialah sebuah adat yang dikerjakan untuk menyongsong seorang bayi dan adalah adat yang dilaksanakan oleh warga Sulawesi tengah dan Sulawesi Selatan. Dikutip dari Good News from Indonesia, adat ini mulai dilaksanakan oleh leluhur Suku Pamona di Sulawesi untuk doakan agar bayi memiliki kesehatan serta keselamatan. Adat yang dilaksanakan meliputi dua hal yakni perawatan tumbuni (plasenta) dan naik umbu (ayunan).

Dikutip dari situs Budaya Indonesia. SJatakarma Samskara dikerjakan dengan malantunkan doa-doa agar bayi yang baru lahir akan mempunyai hari esok yang bagus. Sang bayi yang baru lahir akan di. Scium oleh si ayah dan dibacakan mantra pemberkatan di telinganya agar sang kecil bisa. Smenjadi figur yang pandai dan mempunyai usia yang panjang.

Turun mandi sebuah langkah untuk memperlihatkan rasa sukur yang dilaksanakan oleh warga Minang saat memiliki seorang bayi. Bila dahulu acara ini harus dilaksanakan pada tempat pemandian atau sumur yang. Sdisebutkan luhak, sekarang acara ini dapat dilaksanakan di dalam rumah saja. Bayi akan dimandikan oleh faksi keluarga si ayah yang disebutkan ‘bako’ yang bawa. Sbarang bawaan yang dibuntel dalam talam dan tertutupi kain.

error: Content is protected !!