Cara Ajak Anak Tetap Aktif Walau Terus-Terusan di Rumah Akibat Pandemi. Patut Diperhatikan lo~

Wahai ibu ibu, masih pada strong kan temani sehari-harinya anak di tengah-tengah wabah? Di periode seperti ini sesungguhnya harus disyukuri sebab ibu jadi punyai banyak waktu senggang dengan anak, tetapi lama-lama beberapa ibu mulai berasa cemas dengan rutinitas si anak. Bila umumnya anak aktif sekolah dan bermain bersama temannya, sekarang sebab tidak dapat kemanapun, anak jadi kerasan sekali di kamar.

Memang ibu harus jaga anak dengan masih di dalam rumah saja sepanjang wabah, tetapi ibu perlu pastikan anak masih aktif bergerak. Nah rutinitas aktif bergerak itu ikut punya pengaruh ke tumbuh berkembangnya lo, Bu. Bagi beberapa ibu yang kembali kerepotan ajak anak agar tidak di kamar lagi, seperti main game saja, coba kerjakan beberapa hal ini.

Dengan tempat yang lega, ajak anak untuk senam atau yoga sampai bermain yang dapat latih ketangkasan. Atau bila punyai halaman yang lumayan luas, ibu dapat membuat halaman seperti lapangan. Ajak anak olahraga seperti main bola atau bulu tangkis. Ajak ayah dan kakak dan adik ya, Bu!

Ibu harus juga memberikan contoh kegiatan-kegiatan yang membuat badan aktif bergerak (Photo: iStock)

Bagaimana juga, anak punyai perasaan untuk mengikut apa yang dilaksanakan oleh orang tuanya. Karena itu dari saat ini, ibu dapat memberi contoh untuk selalu aktif bergerak. Diawali pada pagi hari, ajak anak bangun pagi untuk lakukan olahraga kecil seperti yoga atau senam. Kemudian, ajak mereka membuat makan pagi bersama saat sebelum mengawali sekolah online.

Beri anak MILO Kotak supaya masih tambah energi untuk melakukan aktivitas sepanjang hari (Photo: dok. MILO)

Begitu memaksakan anak untuk beraktivitas malah lebih membuat mereka malas (Photo: iStock)

Untuk ibu karyawan, kemungkinan sepanjang 5 bulan lama waktunya selalu habiskan waktu bersama anak penuh rintangan. Ibu harus menyesuaikan untuk temani dan mengajar beberapa hal baik. Diantaranya ajak dia aktif bergerak yang pasti saja ada rintangannya. Anak malas-malasan dibawa ke luar kamar, apa lagi untuk olahraga. Akhirnya ibu begitu memaksakan anak sampai mereka sebal dan lebih malas gerak alias mager.

error: Content is protected !!