7 Kalimat Positif ini Harus Sering-sering Diucapkan Ibu ke Diri Sendiri. Yuk Dicoba!

Sudah pernahkah beberapa pikiran seperti itu berkunjung di kepala kalian, mam? Bila ya, bermakna kalian kembali perlu suport tambahan! Tidak selama-lamanya kita dapat selalu prima, tidak selama-lamanya kita dapat dinamis dan sarat dengan kemampuan tambahan. Sebagai manusia biasa, seringkali kita juga mudah berasa capek, berasa gelisah dan tidak memiliki daya. Tidak apa, mam. Tidak dapat kerjakan segala hal dan prima bukan bermakna kita tidak berhasil kok.

Khususnya di tengah wabah ini, kita perlu tambahan suport di luar atau dari dalam. Jika di luar, suport sistem kita ialah dari suami, keluarga dan teman dekat. Sedang suport dari dalam, siapa kembali jika tidak dari pada diri sendiri. Self love itu tidak hanya jargon untuk anak muda modern, mam. Kita beberapa ibu perlu sekali self love supaya kita dapat menyukai keluarga lebih bagus. Salah satunya langkah self love dengan menyampaikan kalimat afirmasi positif ini. Yok, baca dan katakan ke diri kita seringkali!

Ibu telah bekerja keras ini hari. Kamu bukan ibu yang tidak berhasil. Jika kamu capek, ingin stop sesaat, sampai tidak menyengaja kelepasan geram pada pasangan atau anak, meminta maaf dan jujurlah mengenai apa yang kamu alami.

Tidak selalu ada dibalik camera itu oke. Datang sepenuhnya untuk anak itu sisi dari menyukai diri dan anak.

Sedikit sambat bisa, tetapi memperbanyak kembali mengucapkan syukur agar harimu tidak disanggupi keluh kesah saja.

Dengarkan dan memerhatikan, lain dengan sebatas dengar saja. Apakah sudah ibu dengar benar-benar yang diharapkan pasangan atau anak ini hari?

Istirahat ialah keperluan. Tidak boleh sebatas ‘luangkan’, tetapi yakinkan itu menjadi fokus utama juga.

Cari kekurangan diri, memperbandingkan diri dengan ibu lain tidak akan ada selesainya. Dengan mengetahui jika ibu bernilai dan cukup hanya kondisi dianya, rasa sukur makin lebih gampang dirasa.

Semangat, Mam! Ini hari kemungkinan bukan hari yang membahagiakan, tetapi esok ialah hari yang baru. Sehari yang jelek, bukan bermakna semua hidupmu jelek. Jalani peranan ibu sama dengan telusuri jalan yang sunyi, setiap di jalurnya sendiri. Tiap ibu mengambil langkah bersama dalam jalan setapak berlainan, kadang-kadang kemungkinan berpapasan tetapi kemungkinan susah untuk bersama-sama. Jangan putus asa, kelak perjalanan ini akan kamu kangenin 🙂

error: Content is protected !!